Kamis, 28 Januari 2021

LABORATORIUM PENGUJIAN DAN KALIBRASI

Laboratorium pengujian saling berkaitan dengan laboratorium kalibrasi. Sebagai jaminan mutu  laboratorium pengujian, maka peralatan - peralatan laboratorium harus di kalibrasi terlebih dahulu seperti : timbangan analitis, oven, tanur, inkubator, AAS, Spektrometer, buret, labu ukur, labu takar, pipet dan lain - lain.

Semua peralatan tersebut sangat mempengaruhi hasil pengujian. Adapun tujuan kalibrasi peralatan laboratorium adalah untuk mengetahui berapa besar penyimpangan (koreksi) dari peralatan tersebut dan juga berapa nilai ketidakpastiannya dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai koreksi inilah yang harus diperhatikan dan disesuaikan pada saat melakukan pengujian dengan peralatan tersebut diatas. 

Untuk nilai ketidakpastian digunakan untuk menghitung ketidakpastian pengujian. Laboratorium kalibrasi bisa dijamin mutunya apabila peralatan standar yang digunakan untuk mengkalibrasi peralatan laboratorium tertelusur ke standar nasional maupun internasional.

Untuk mengetahui jaminan mutu alat standar kalibrasi tersebut, maka harus dilakukan kalibrasi dengan alat Standar kalibrasi yang kualitasnya lebih tinggi dan tertelusur ke standar nasional maupun internasional. 

Untuk mendapat pengakuan nasional atau internasional kedua laboratorium tersebut harus terlebih dahulu di akrediatasi oleh komite akreditasi nasional (KAN).





Rabu, 27 Januari 2021

PENGUJIAN PROKSIMAT

Pengujian proksimat merupakan pengujian yang dilakukan terhadap bahan baku pertanian, perikanan dan peternakan dan juga produk pangan yang sudah jadi dari pengolahan bahan baku tersebut. Bahan pangan pada umumnya  mengandung senyawa makro dan mikro. Di mana senyawa tersebut berperan sebagai penyusun bahan pangan. Senyawa makro bermanfaat bagi tubuh manusia dan juga mahluk hidup lainnya, karena merupakan zat gizi untuk membantu pertumbuhan. Sedangkan senyawa mikro berperan untuk membantu metabolisme dalam tubuh.

Senyawa makro tersebut terdiri dari komponen air, abu, protein, lemak dan karbohidrat (serat kasar). Sedangkan senyawa mikro terdiri dari vitamin dan mineral. Adapun beda senyawa makro dan mikro adalah bahwa senyawa makro jumlahnya sangat banyak terdapat pada bahan pangan dan merupakan penyusun utama bahan pangan tersebut. Sedangkan senyawa mikro jumlahnya sedikit dalam bahan pangan. 

Kandungan senyawa makro pada bahan pangan sangat perlu diketahui jumlahnya. Karena kandungan senyawa makro tersebut sangat berperan dalam pengaturan nilai gizi produk makanan. Jadi, untuk mengetahui jumlah kandungan dari setiap senyawa makro dari bahan pangan atau produk pangan, maka perlu dilakukan pengujian proksimat secara laboratorium. 

Dalam melakukan pengujian proksimat ini tidak harus menggunakan metode tertentu, tetapi bisa menggunakan metode lain. Bila pengujian proksimat dilakukan secara teliti dan mengikuti prosedur sesuai dengan metode, maka hasil pengujian dengan metode lain pasti saling mendekati atau masih bisa diterima bila selisihnya tidak lebih dari 5 %. Tetapi untuk laboratorium yang sudah di akreditasi oleh KAN (komite akreditasi nasional) direkomendasikan menggunakan metode uji yang sudah distandarkan. Yaitu dengan menggunakan metode SNI (Standar Nasional Indonesia) yang diterbitkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional).

Dalam pengujian proksimat khusus untuk parameter karbohidrat biasanya tidak dilakukan pengujian secara langsung, tetapi secara perhitungan dengan menggunkan rumus : 100% - (air + abu + protein + lemak). Untuk mengetahui apakah hasil uji proksimat tersebut masuk akal atau tidak, maka nilai dari keseluruhan kandungan dari setiap parameter uji tidak lebih dari 100%. Jika lebih dari 100%, maka diperiksa kembali di mana letak kesalahan dari uji proksimat tersebut.

LABORATORIUM PENGUJIAN

Laboratorium pengujian adalah tempat untuk melakukan kegiatan analisis terhadap suatu produk atau sampel baik pangan maupun non pangan dengan menggunakan bahan kimia dan peralatan tertentu.

Produk akhir dari laboratorium pengujian adalah data, sehingga  untuk mendapatkan data analisis yang akurat, maka laboratorium harus didukung oleh sumber daya, baik sumber daya manusia, peralatan, bahan kimia maupun sumber daya lainnya. Tanpa didukung oleh sumber daya yang kompeten khususnya sumber daya manusia maka niscaya hasil analisis tersebut akurat.

Data yang dihasilkan oleh suatu laboratorium harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena data hasil analisis tersebut menyangkut hajat hidup manusia, apakah aman atau tidak jika suatu produk pangan atau non pangan dikomsumsi atau digunakan oleh manusia.

Oleh karena hal tersebut, analis yang bekerja di labaratorium pengujian harus memahami metode uji yang akan digunakan dan harus bekerja secara teliti.

Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perlu dilakukan pelatihan - pelatihan secara internal maupun eksternal khususnya yang berhubungan dengan bidang keahliannya, karena tanpa peningkatan kompetensi maka laboratorium pengujian tersebut akan kalah bersaing dengan laboratorium pengujian lainnya.


PENGUJIAN PARAMETER AMONIAK, NIRIT, NITRAT, KLORIDA, KLORIN DAN SALINITAS PADA SAMPEL AIR

Untuk mengetahuai apakah air memenuhi syarat peruntukannya, maka harus dilakukan pengujian secara laboratorium. Seperti pengujian sampel air...