Untuk mengetahuai apakah air memenuhi syarat peruntukannya, maka harus dilakukan pengujian secara laboratorium. Seperti pengujian sampel air untuk paramater amoniak, nitrit dan nitrat. Air bisa tercemar amoniak, nitrit dan nitrat yang berasal dari sisa - sisa makanan yang mengandung senyawa - senyawa organik, seperti protein yang mengandung nitrogen.
Seperti halnya air yang tercemar amonik, nitrit dan nitrat dari sisa pakan ikan yang mengandung protein. Apabila kandungan amoniak, nitrit dan nitrat melebihi batas baku mutu, maka air tersebut akan menyebabkan ikan mati karena keracunan. Amoniak terbentuk karena terurainya protein oleh mikroba, kemudian amoniak tersebut terurai lagi oleh mikroba menjadi nitrit dan terurai lagi oleh bakteri menjadi nitrat. Biasanya kandungan nitrit lebih kecil dari nitrat karena nitrit terurai menjadi nitrat oleh bakteri, sehingga batas baku mutu nitrat lebih tinggi dari nitrit.
Amoniak, nitrit dan nitrat bagus untuk tanaman dan beracun bagi ikan. Untuk mengetahui berapa banyak kadar dari amoniak, nitrit dan nitrat dapat diketahui kadarnya secara ilmiah dengan menggunakan alat instrumen Spektrofotometer UV - Vis dengan panjang gelombang dan larutan standar tertentu dengan satuan hasil pengujian mg/l (ppm)
Pengujian kualitas sampel air untuk parameter Cl (klorida), Cl2 (klor bebas) dan salinitas juga adalah syarat untuk mengetahui peruntukan sampel air apakah memenuhi batas baku mutu atau tidak. Uji Cl (klorida) dilakukan untuk mengetahui apakah air tersebut mengandung garam atau tidak, bila kadarnya tinggi maka kemungkinan air tersebut terkontaminasi akibat rembesan dari air laut. Pengujian Cl2 ( klor bebas) atau klorin untuk mengetahui apakah air tersebut mengandung klorin atau tidak.
Klorin tersebut biasanya dari hasil proses pengolahan air dengan menggunakan kaporit (Ca (ClO)2). Pengujian salinitas dilakukan untuk mengetahui kadar garam pada sampel air laut. Umumnya kadar garam air laut secara alami sekitar 3,5 % dan laut mati 30 %. Kadar garam air laut dihasilkan dari garam mineral yang berasal dari batu - batuan dan tanah. Garam mineral tersebut seperti : natrium, kalium, kalsium dan lain - lain akan terbawa oleh air hujan ke sungai dan bermuara ke laut. Semakin panas suhu udara, maka kadar garam air laut akan semakin tinggi karena air laut menguap, demikian sebaliknya bila semakin dingin suhu udara, maka kadar garam air laut akan semakin rendah.
Pengujian parameter Cl (klorida) dilakukan secara titrasi dengan metode argentometri dengan satuan mg/l (ppm). Parameter Cl2 (klor bebas) dilakukan secara titrimetri dengan satuan mg/l (ppm). Untuk parameter salinitas diuji dengan menggunakan alat salinometer dengan satuan permil (o/oo) atau ppt (part per thousan) atau g/1000 ml atau g/L air laut.