Jaminan mutu dan pengendalian mutu merupakan persyaratan dalam laboratorium pengujian. Jaminan mutu meliputi : penggunaan bahan kimia yang pa (pro analisis) yang belum kadaluarsa, penggunaan peralatan uji yang sudah terkalibrasi, penggunaan alat gelas yang tidak terkontaminasi, dikerjakan oleh analis yang kompeten. Pengendalian mutu meliputi : pengujian secara duplo dengan menghitung RPD (relative persen different) dengan syarat tidak lebih dari 5 persen bila lebih maka dilakukan pengujian lagi, hasil uji profisiensi dan uji banding.
Aquades memiliki tingkat kualitas mulai dari tinggi, sedang dan rendah. Kualitas tinggi memiliki persyaratan DHL maksimum 0,1 mS/cm 25 oC, silika 0,05 mikro gram/Liter, digunakan untuk uji dengan satuan ppb. Kualitas sedang memiliki persyaratan DHL maksimum 1 mS/cm 25 oC, silika 0,1 mikro gram/Liter, digunakan untuk uji dengan satuan ppm. Kualitas rendah memiliki persyaratan DHL maksimum 10 mS/cm 25 oC, silika 1 mikro gram/Liter, digunakan untuk uji dengan satuan persen dan untuk larutan pencuci alat gelas. Bila kandungan DHL tinggi maka kandungan garam atau logam tinggi sehingga daya hantar listrik air tersebut kuat. Bila kandungan silika tinggi maka akan menyebabkan alat atau pipa berkerak. Khusus untuk derajat keasaman (pH) aquadest 5,0 - 7,5. pH netral atau 7,0 dicapai pada saat proses destilasi tetapi bila sudah kontak dengan udara maka pH aquadest tersebut di bawah 7,0 hal ini diakibatkan oleh larutnya CO2 yang bersifat asam dari udara ke dalam aquadest.
Garam adalah senyawa ionik yang tersusun atas kation dan anion. Kation bermuatan positif dan anion bermuatan negatif. Contohnya adalah garam NaCl dimana Na adalah kation yang bermuatan positif dan Cl adalah anion yang bermuatan negatif. Dimana bila air mengandung garam maka akan memiliki daya hantar listrik yang kuat karena memiliki ion - ion logam. Daya hantar listrik tersebut di uji dengan alat konduktimeter.
Yang termasuk dalam AMDK adalah air mineral SNI 3553 : 2015, air demineral SNI 6241 : 2015, air mineral alami SNI 6242 : 2015 dan air minum embun SNI 7813 : 2012. Masing - masing AMDK tersebut memiliki persyaratan dengan kandungan minimal dan maksimal berbeda - beda, misalnya : derajat keasaman (pH) air mineral 6,0 - 8,5 sedangkan air demineral 5,0 - 7,5. AMDK tersebut wajib menggunakan tanda SNI bila produknya ingin dipasarkan.
Sumber mineral bagi tubuh manusia ada dua yaitu mineral yang bersumber dari air minum disebut mineral anorganik dan mineral yang bersumber dari makanan disebut mineral organik seperti dari buah - buahan, sayur - sayuran, ikan, daging, susu dan lain - lain. Karena mineral tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia sehingga harus didapat dari luar yaitu dari makanan dan minuman. Kebutuhan mineral bagi tubuh manusia tergantung dari kondisi tubuh masing - masing. Banyak literatur menyatakan bahwa mineral organik yang dihasilkan dari makanan lebih baik bagi tubuh manusia bila dibandingkan dengan mineral anorganik dari minuman, hal ini disebabkan karena mineral anorganik dari minuman membutuhkan kerja ekstra dari hati dan ginjal untuk memprosesnya di dalam tubuh.